Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Pupus

Serpihan Kisah Bagaimana rasanya ingin memiliki tapi tak bisa? Tak dapat digambarkan Perlu banyak sabar dan ikhlas dalam genggaman Bukan tentang kemauanku ataupun kemauanmu Kita sadar akan perasaan masing-masing Bahkan mungkin pernah sama-sama menginginkannya Namun nyatanya semua harus berakhir angan Ada lautan yang tak bisa diseberangi Ada gunung yang tak bisa didaki Dan gemintang indah yang tak dapat diraih Pada akhirnya kita mengerti bahwa semua tak patut untuk dilanjutkan Jika egoisme mengalahkan logika Kita hanya mengulang kisah lama, dengan pemeran baru didalamnya Endingnya kurang lebih sama Kecuali mukjizat Tuhan turut andil didalamnya Jika iya, tak ada yang tidak mungkin Tapi kupercaya, Tuhan Maha baik Takdir takkan tertukar, Jika kamu adalah takdirku, Suatu saat kita kan kembali bertemu Di tempat awal kita pernah memulai kisah

Dunia Baru

Serpihan Kisah Mengenalmu adalah hari baru dalam pengembaraan hidupku. Aku yang tengah di ambang kata menyerah, kemudian menemukan kamu dengan segala optimisme yang ada. Ramah sapa, bijak tutur kata, dan pikat kecerdasan semakin membawaku pada angan yang tak biasa. Harapan demi Harapan terus tumbuh dan mengakar seiring intensitas komunikasi. Perlahan tapi pasti kita mulai terbiasa saling bertukar cerita, berkirim kabar, bahkan bersama mengunjungi berbagai sudut kota istimewa ini. Kamu adalah dunia baru bagiku. Kita berbeda. Aku dengan dunia sastraku, dan kamu dengan deretan prestasi akademikmu. Aku dengan puisi-puisi yang kukagumi, dan kamu dengan teori-teori yang kau pelajari. Aku dengan bermacam destinasi yang kukunjungi dan kamu dengan buku-buku yang kau kuasai. Perbedaan yang ada membuatku ragu untuk semakin jauh melangkah. Angan ku rapal dalam doa. Harap ku dekap dalam jiwa. Dan Ingin kusimpan dalam raga. Hingga pada akhirnya Tuhan menakdirkan kita berjalan beriringan. Semua b...

Keputusanmu

Serpihan Kisah Aku tak percaya akan keputusanmu Jika untukmu lebih baik Aku terima Aku hormati seperti kau menghormati keputusanku Aku tak akan mengganggu Jika itu alasanmu Kau dengannya adalah hal baru setelah ketiadaanku Yang kupinta Biarlah aku dan kamu yang menanggung konsekuensi Keluarga kita jangan Segala tentang kita, biar aku dan kamu yang terlibat Jangan bawa mereka didalamnya Bagaimanapun mereka pernah memberi rasa aman Pun kami tak pernah membencimu Terimakasih atas segala yang pernah ada Jika suatu kelak kita dipertemukan kembali Semoga bahagia telah tersanding Tak perlu ada tuduh atas rapuh yang telah lalu

Menjadi Berarti

Serpihan Kisah Tak ada yang salah Aku yg berambisi Rasaku terlampau kuat Hingga ranjau mematikan tak tampak di depan mata Dinding itu terlalu tebal untuk dihancurkan Pagar itu terlalu tinggi untuk dipanjat Pun gembok itu terlalu kuat untuk dipatahkan Rasa kita memang tak sepatutnya ada Ayam tak berhak bersanding dengan elang Akhir adalah awal Untuk kita yang memulai asing Harap yang pernah ada Mari kita kubur dalam-dalam Bersama kenangan yang pernah ada Saat ini,  pintaku adalah negeri dua benua Biarkan pisah ini menjadi sedikit berarti Walau tanpa kamu yang menghiasi

Sesalku

Serpihan Kisah Tak usah kau tanyakan rasaku kala itu Bisakah kau bayangkan sakitku Mendengar keputusanmu di ujung telepon Yang kukhawatirkan benar terjadi Yang ku takutkan menemui takdir Jika yang kau tanya perihal benci Aku tak pernah mengenalnya Jika yang kau tanya perihal kesal Mungkin ia muncul atas janji yang tak terpenuhi Jika yang kau tanya perihal kecewa Rasa ini membuncah tak terbendung Mungkin takdir kita sampai disini Lalu mengapa kau ulang kesalahan yang sama Mungkin kisah kita menemui akhir Lantas bagaimana harap yang kau pinta Tak ada sesal atas kisah yang terhenti Sesalku atas percaya akan doa yang kau janjikan. 

Berhenti

Serpihan Kisah Sejak kata menyerah terlontar Aku mulai sadar Bahwa sejak awal memang tak perlu diteruskan Sakitku tak terbendung Bahkan jiwaku mulai nanar Hingga diam menjadi pilihan Tak ada lagi yang harus dipertahankan Tak ada lagi yang harus diperjuangkan Tungguku berakhir pasrah Harapku berakhir lara Tak ada yang patut disalahkan Kita ada atas pilihan sadar Kita bersama atas dasar rela Bahwa perjalanan tak bisa dilanjutkan bersama Itu diluar batas kemampuan Usaha pernah dikerahkan Doa pun tak alpa digaungkan Memang disinilah akhir kita Saat ini Berhenti adalah langkah pasti

Menerima alpaku

Serpihan Kisah Tak perlu kau tanyakan bagaimana Tuhan menuntunku hingga pada akhirnya menjatuhkan pilihan padamu Jika berbicara tentang patah,  kita sama-sama merasakannya Kita adalah dua makhluk monopluralis yang tengah lelah Lelah berjalan jika tanpa tuju Lelah membangun jika tanpa hasil Lelah meniti jika hanya sendiri Dan lelah berjuang jika tiada pasti Kau tak tampan,  tapi kamu rupawan Kau tak pintar,  tapi kamu cerdas Kau tak mempesona,  tapi kamu berkharisma Kau bukan jutawan,  tapi ku tahu kau punya tanggung jawab Terimakasih telah mencari,  menemukan,  menentukan,  lalu menerimaku dengan segala alpaku

Sebelum Semua Cerita

Serpihan Kisah Dulu sekali Sebelum semua cerita terjadi Harap tak pernah seindah pelangi Mimpi tak pernah terjunjung tinggi Dan angan hanya tertanam dalam hati Jika menua bersamamu adalah halusinasi Maka tak perlu kau sadarkan lamunanku kali ini Jika menggenggam jemarimu adalah bagian dari mimpi-mimpi Maka biarkan aku tertidur hingga nanti Jika mengenalmu adalah pendakian puncak tertinggi Maka mencapainya adalah perjuangan harga mati Kita tak pernah menduga seberapa unik Tuhan mempertemukan kita Satu yang ku tahu Patah yang lalu adalah cara Tuhan menuntunmu Agar menemukan aku dalam versi terbaik diriku

Hari Nanti

Serpihan Kisah Pada sore berlukis mega kali ini Secercah isyarat perlu kita pahami Tak ada serasi tanpa sinkronisasi Tak ada bukti tanpa aksi memadai Tak ada harap tanpa untaian janji-janji Kelak, Jalan berliku ini kan menjadi saksi Atas perjuangan yang harus berhenti Atas Pinta yang harus diakhiri Dan jiwa yang pernah mati suri Perjalanan ini sepatutnya terhenti Tujuan ini sepatutnya beralih Pada semburat di ufuk barat ini Kuputar kendali menuju hari nanti