Dunia Baru

Serpihan Kisah

Mengenalmu adalah hari baru dalam pengembaraan hidupku. Aku yang tengah di ambang kata menyerah, kemudian menemukan kamu dengan segala optimisme yang ada. Ramah sapa, bijak tutur kata, dan pikat kecerdasan semakin membawaku pada angan yang tak biasa. Harapan demi Harapan terus tumbuh dan mengakar seiring intensitas komunikasi. Perlahan tapi pasti kita mulai terbiasa saling bertukar cerita, berkirim kabar, bahkan bersama mengunjungi berbagai sudut kota istimewa ini.

Kamu adalah dunia baru bagiku. Kita berbeda. Aku dengan dunia sastraku, dan kamu dengan deretan prestasi akademikmu. Aku dengan puisi-puisi yang kukagumi, dan kamu dengan teori-teori yang kau pelajari. Aku dengan bermacam destinasi yang kukunjungi dan kamu dengan buku-buku yang kau kuasai.

Perbedaan yang ada membuatku ragu untuk semakin jauh melangkah. Angan ku rapal dalam doa. Harap ku dekap dalam jiwa. Dan Ingin kusimpan dalam raga. Hingga pada akhirnya Tuhan menakdirkan kita berjalan beriringan. Semua berjalan manis, sangat menyenangkan. Tanpa ku tahu, dibalik tawa kita ada air mata bersama hati remuk redam menyaksikan kebersamaan kita.

Komentar