Menerima alpaku
Serpihan Kisah
Tak perlu kau tanyakan bagaimana Tuhan menuntunku hingga pada akhirnya menjatuhkan pilihan padamu
Jika berbicara tentang patah, kita sama-sama merasakannya
Kita adalah dua makhluk monopluralis yang tengah lelah
Lelah berjalan jika tanpa tuju
Lelah membangun jika tanpa hasil
Lelah meniti jika hanya sendiri
Dan lelah berjuang jika tiada pasti
Kau tak tampan, tapi kamu rupawan
Kau tak pintar, tapi kamu cerdas
Kau tak mempesona, tapi kamu berkharisma
Kau bukan jutawan, tapi ku tahu kau punya tanggung jawab
Terimakasih telah mencari, menemukan, menentukan, lalu menerimaku dengan segala alpaku
Tak perlu kau tanyakan bagaimana Tuhan menuntunku hingga pada akhirnya menjatuhkan pilihan padamu
Jika berbicara tentang patah, kita sama-sama merasakannya
Kita adalah dua makhluk monopluralis yang tengah lelah
Lelah berjalan jika tanpa tuju
Lelah membangun jika tanpa hasil
Lelah meniti jika hanya sendiri
Dan lelah berjuang jika tiada pasti
Kau tak tampan, tapi kamu rupawan
Kau tak pintar, tapi kamu cerdas
Kau tak mempesona, tapi kamu berkharisma
Kau bukan jutawan, tapi ku tahu kau punya tanggung jawab
Terimakasih telah mencari, menemukan, menentukan, lalu menerimaku dengan segala alpaku
Komentar
Posting Komentar