Cerita Pagi

Serpihan Kisah

Teh pagi ini tak kau seduh lagi tuan
Kursi beranda tetap kosong
Tirai jendela melambai tertiup angin
Burung gereja pun diam membisu
Aku terlatih berdamai dengan rindu
Aku terbiasa melipat jarak dengan doa-doa
Aku juga lihai mengobati kecewa
Satu kelemahanku
Aku tak pandai menyembunyikan cemburu
Jika kabarmu bak belati mengiris hati
Maka tak mendengar adalah obat hati
Jika tatapmu adalah cambukan duri-duri
Maka menghindar adalah perisai diri
Dan Jika hadirmu adalah candu
Maka tak bertemu adalah penawar kalbu

Komentar