Doa yang Sama
Serpihan Kisah Aku Masih dengan doa yang sama yang pernah kita rangkai bersama Bukankah itu pintamu tuan? Hingga nanti, katamu Abjad yang kueja masih sama Harap yang kumohon masih engkau Dan amin paling serius masih terpatri dalam sanubari Lantas, mengapa kisah baru kau cipta Dan bukan doa kita yang kau eja Tak ada janji berarti selain doa terikhlas dari lubuk hati Jika doa kita kini menjadi doaku Harap kita menjadi harapku Dan amin kita hanya menjadi aminku Tak apa, Ku percaya di suatu kelak aku akan menjadi kamu saat ini Bukankah hukum alam itu nyata Roda berputar Bumi berevolusi Dan suka duka itu pasti Selamat Penghujung Februari Yogyakarta 02/20