P e s a n m u

Dzurrotul Arifah`s World

"Pergilah, asal kau mau berjanji tak kan ada lagi air mata", ucap perempuan setengah baya di hadapannya.
Yang ditatap hanya menunduk dengan air mata bak aliran sungai mahakam, bahkan untuk sekedar membalas tatapan sang ibunda pun ia tak mampu.
"Aku tak pernah memaksa apapun padamu, tapi untuk kali ini aku memaksa", suasana tetap hening dan yang ditatap tetap tak bergeming.
"Tinggalkan! Melangkah nak, berjanjilah untuk kembali dengan kabar bahagia" ucapnya lagi.


Gejolak antara permohonan dan kata hati
Aku bukan pendendam yang baik
Bukan aku jika air mata harus berbalas air mata
Aku tidak tercipta untuk itu
Mari mainkan peran, hingga tau doa siapa yang terjawab


"Aku berjanji",  akhirnya gadis di hadapannya membuka suara.
"Aku pamit, aku berjanji akan pulang dengan senyum dan kabar bahagia untukmu" imbuhnya lagi.
Lalu ia pergi selepas mencium tangan perempuan yang sejak tadi menatapnya iba.

Bersambung...







Komentar