P e r i h

Dzurrotul Arifah`s World


"Terlalu erat menggenggam juga kan jadi bumerang bagi diri sendiri, 
sadarilah!"



"Kau pernah teriris pisau?", ucapnya suatu ketika.

Perempuan disampingnya mengangguk lemah.

"Bagaimana rasanya?"imbuhnya.

"Perih", jawab perempuan itu.

"Jika teriris saja perih, bisakah kau bayangkan jika harus menggenggam pisau yang amat tajam hingga jemarimu mengeluarkan darah segar. Kau ingin melepas genggaman tanganmu dari pisau itu, tapi kau tak kuasa. Justru tanpa sadar tanganmu lebih erat menggenggam, darahmu semakin deras mengalir, kau semakin kuat meringis, hingga buliran kristal jatuh dari pelupuk matamu. Tapi kau masih menggenggam erat pisaunya, seolah tanganmu telah menyatu dengan pisau itu. Hingga lambat laun kau lupa bahwa yang kau rasakan adalah rasa sakit, menikmatinya seolah kau mati rasa."

Sesaat kemudian ia mendengar isakan perempuan di sisinya.


Bersambung.... 

Komentar