I z i n k a n

Dzurrotul Arifah`s World


Jadi, kapan kita bersua lagi?
Ternyata rindu tak pernah sudi membiarkanku tenang barang sejenak.
Ah... Sebelumnya harus ku tanyakan lagi padamu,
Masih bolehkah aku merindu?
Jika tidak, tolong beri tahu cara menghapusnya

Aku merindumu dan segala aktifitas yang pernah kita lalui
Menghabiskan waktu di perpustakaan sembari mengejar deadline tugas,
 yang setelahnya biasa kita tutup dengan makan lalu berpisah di ujung malam
Aku rindu memerhatikanmu duduk di depan laptop dengan sedikit krutan di wajah, 
tanda bahwa kau sedang berpikir memecahkan persoalan dalam tugas yang sedang kau kerjakan
Tahukah kau? 
Itu ekspresi terbaik dirimu versiku, jika boleh ku katakan kau mempesona kala itu
Aku rindu saat-saat melakukan perjalanan panjang untuk sebuah tuntutan akademik, 
dan setelahnya biasa kita tutup dengan explore kota yang kita kunjungi
Aku rindu pertemuan-pertemuan kita di setiap weekend, 
entah untuk mengunjungi destinasi tertentu atau hanya sekedar mengerjakan tugas masing-masing
Tanpa kita rencanakan dan mungkin juga terlambar disadari, 
kita selalu bertemu di hari sabtu setiap weekend
Boleh kurindu juga sabtu bersamamu?
Sabtuku kini hambar, jika tak boleh menyebutnya sendu

Terima kasih untuk hari-hari yang pernah ada kita

Hari ini dan selanjunya, izinkan aku terus merindu dan menulis
Walau kau memilih "rehat" menjadi tokoh didalamnya, 
jika tak boleh kukatakan "berhenti"  



Komentar