Teruntuk Rindu yang Belum Usai

Dzurrotul Arifah`s World




Terima kasih atas hadiah terindahmu kali ini
Kuucap Selamat dan semangat untukmu yang sedang berjuang menggapai mimpi
Ingin rasanya memberi komentar pada setiap cerita di sosial media yang kau unggah
Ingin rasanya menanyakan, akan kemana dikau sebelum perhelatan dimulai?
Haruskah secepat ini kau pergi?
Seperti biasa, aku tak punya cukup keberanian untuk bertanya demikian

Pada cerita yang menampakkan deretan rel kereta, ingin ku bertanya
Masih ingatkah kau akan rencana-rencana yang pernah kita buat?
Rencana kita menaiki kereta bersama
Melihat eloknya pemandangan dari balik jendela kereta
Ditemani dua botol air mineral yang tertata rapi di meja kereta

Pada cerita yang menggambarkan kabin pesawat, ingin ku ulang tanya
Masih ingatkah kau akan rencana kita untuk terbang bersama?
Menyaksikan pesawat yang kita tunggangi menembus awan
Melihat birunya laut dan hijaunya pepohonan dari balik jendela pesawat
Dan memperhatikan balok balok bangunan nun jauh di bawah

Masih ingatkah kau akan tujuan yang pernah kau ungkapkan?
Ah… mungkin kau lupa
Tak apa, biar ku ingatkan
Jawaban yang hingga saat ini tak pernah kulupakan
“kemana saja, asal bersamamu”, katamu dengan mimic gembira

Lalu, pada cerita dengan latar kota yang tak pernah kita pijak, ingin sekali lagi kuungkap tanya
Masih ingatkah kau akan rencana perjalanan yang kita rangkai bersama?
Masih ingatkah kau akan deretan kota-kota yang ingin kita kunjungi di masa depan?
Gemerlap Dubai dengan sejuta pesonanya
United Kingdom dengan segala kemewahannya
Atau Negeri Orange Netherland dengan segala keunikannya

JIka kau lupa, tak apa
Setidaknya Izinkan aku tuk selalu mengenangnya
Ijinkan aku menyimpan segelintir memori tentangmu, tentang kita yang pernah ada
Ijinkan aku merindumu dalam setiap bait doa yang kuucap
Terima kasih telah menjadi topik terindah dalam setiap dialogku dengan-Nya

Tanyaku kali ini
Mengapa kau pergi tanpa memberi pesan apapun?
  Sebegitu tak berartinya aku dalam hidupmu?
Ah… nampaknya harus kusudahi
Jika membahas tanya, kurasa tak akan pernah ada akhirnya
Dan untuk apa tanya terucap, jika padamu tak kutemukan jawab



Yogyakarta, 26 September 2019

Komentar