Mengeja Rindu

Dzurrotul Arifah`s World





Sudah menginjak bulan keempat sejak kita memutuskan berjalan pada koridor masih-masing
Kau yang semakin jauh meninggalkan dan aku yang harus belajar melupakan
Rapal doa yang tak lagi bermakna harap, cakap tatap hanyalah perihal sempat
Hari-hariku hanya terisi kebingungan demi kebingungan
Kadang aku memutari kota hanya untuk menjelajah jalan-jalan yang pernah kita lalui
Kadang aku berhenti di salah satu kedai hanya untuk mengingat disudut mana kita pernah singgah
Bahkan seringkali  kumenjelajah gedung megah abu-abu itu
hanya umtuk menyusuri setiap sudut yang pernah ada kita
Kendati kusadar, yang kulakukan hanya membuang-buang waktu
Semua akan sia-sia
Karena baik aku ataupun kamu tak pernah menemukan solusi untuk apa yang kita hadapi
Kadang kuingin sepertimu, berkata jujur kalau aku juga merindu
Namun egoku berkata lain
Untuk apa kejujuran diutarakan jika hasilnya nihil
Kadang aku ingin sepertimu, bisa setegar itu berhadapan denganku
Jika kau tahu, aku tak pernah baik baik saja setelah bercengkerama denganmu
Saat ini yang masih menjadi Tanya dalam benakku,
Mengapa seringkali kau hadir saat aku tengah diambang kata damai
Mengapa kau kembali hadir saat ingatan tentangmu mulai kusimpan rapi
Berungkali ingin kuutarakan,
tak usah lagi kembali jika yang akan kita hadapi hanya kesakitan-kesakitan yang berulang
tak usah kembali, jika hadirmu hanya menyisakan bayang tak tergapai
namun rasa takutku terlampau besar
Khawatir aku lah yang tak sanggup menghadapi candu rindu
Khawatir tak sanggup melihatmu tertawa dengan seorang yang bukan aku
Khawatir tak sanggup melihatmu merasa nyaman bersama seorang selain aku
Pada akhirnya, yang bisa kulakukan hanya menerima hadirmu yang tiba-tiba
Dan menerima pergimu yang seringkali tanpa permisi
Wahai penguasa hati
Untuk saat ini saja, bolehkah ku katakan aku tengah merindu hadirmu?
Dan pada sepi yang menghias hari, kan kueja rindu yang menyesakkan hati
Sendiri, dan akan tetap sendiri entah kapan kan mampu kuakhiri
Selamat Sore, Rindu

Yogyakarta, 24 September 2019

Komentar