Pernah Ada Kita
Dzurrotul Arifah`s World
Kita pernah berbincang
Di bawah pohon rindang salah satu sudut kota sejuta
kenangan
Diiringi kicauan-kicauan ria burung gelatik
Bercerita tentang apa saja sembari menikmati
semilir angin sore
Tentang hal-hal remeh yang berujung gelak tawa
Tentang keseharian yang ingin kita ketahui
bersama
kesepakatan-kesepakatan yang akan kita jalani
bersama
Bahkan tentang bagaimana anak-anak kita akan
memanggil nantinya
Kian hari yang aku dan kamu lakukan adalah mencoba
menyelaraskan dunia kita
Tak butuh waktu lama aku beradaptasi dengan
sikapmu, pun sebaliknya
Entah apa yang ku pikirkan saat itu
Aku telah lancang mendahului takdir Tuhan
dengan berkata
Bahwa kau adalah seseorang yang Tuhan kirimkan
untuk menemaniku hingga hari tua
Kau yang berusaha meyakinkan hingga aku terlena
dengan semua tutur kata dan janji manismu
Dan aku yang dengan mudahnya meyakini dan mengubur
dalam-dalam segala kekhawatiranku
Selalu berpikir positif bahwa kita akan
baik-baik saja
Hingga sampai pada masa dimana harusnya kita
sudah melangkah lebih jauh
Disaat itulah semua bermula
Puzzle-puzzle kehidupan yang perlahan-lahan mulai
tersusun harus kita robohkan sendiri
Harapan-harapan dan rencana yang pernah kita
perjuangkan bersama harus pupus
Memang tak ada kata “temu” untuk dua kutub yang
saling berlawanan
Nyatanya tak semua harap kan jadi nyata
Tak semua ingin bisa diraih
Tak semua perjuangan harus berakhir indah
Kita yang dulu berubah menjadi aku dan kamu
yang kian jauh
Saling mencoba berjalan pada arah berlawanan
Walau bagiku hal itu tak pernah mudah, tapi aku
berusaha
Bukan memperburuk suasana, tak lain hanya demi
kebaikan bersama
Yogyakarta, 2 September 2019
Komentar
Posting Komentar