Mengeja Rindu
Dzurrotul Arifah`s World Sudah menginjak bulan keempat sejak kita memutuskan berjalan pada koridor masih-masing Kau yang semakin jauh meninggalkan dan aku yang harus belajar melupakan Rapal doa yang tak lagi bermakna harap, cakap tatap hanyalah perihal sempat Hari-hariku hanya terisi kebingungan demi kebingungan Kadang aku memutari kota hanya untuk menjelajah jalan-jalan yang pernah kita lalui Kadang aku berhenti di salah satu kedai hanya untuk mengingat disudut mana kita pernah singgah Bahkan seringkali kumenjelajah gedung megah abu-abu itu hanya umtuk menyusuri setiap sudut yang pernah ada kita Kendati kusadar, yang kulakukan hanya membuang-buang waktu Semua akan sia-sia Karena baik aku ataupun kamu tak pernah menemukan solusi untuk apa yang kita hadapi Kadang kuingin sepertimu, berkata jujur kalau aku juga merindu Namun egoku berkata lain Untuk apa kejujuran diutarakan jika hasilnya nihil Kadang aku ingin sepertimu, bisa setegar itu berhad...